contoh kalimat sergey lavrov
- Russian President Dmitry Medvedev did not attend and was represented by Foreign Minister Sergey Lavrov.
Presiden Rusia Dmitry Medvedev tidak hadir dan diwakili oleh Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov. - On 18 January, Foreign Minister Sergey Lavrov, on behalf of Russia, warned that an attack on Iran would cause a catastrophe.
Pada 18 Januari, Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov, atas nama Rusia, memperingatkan bahwa serangan di Iran akan menyebabkan bencana. - On 3 December, reports stated that Britain had demanded the right to speak to at least five Russians implicated in Litvinenko's death, and Russian Foreign Minister Sergey Lavrov asserted that Moscow was willing to answer "concrete questions."
Pada 3 Desember, laporan-laporan menyatakan bahwa Britania telah menuntut hak untuk berbicara sekurang-kurangnya dengan lima orang Rusia yang dituduh terlibat dalam kematian Litvinenko, dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menegaskan bahwa Moskwa bersedia menjawab "pertanyaan-pertanyaan yang konkret." - Russian Minister of Foreign Affairs Sergey Lavrov used a version of the Duck Test in 2015 in response to allegations that Russian airstrikes in Syria were not targeting terrorist groups, primarily ISIS, but rather West-supported groups such as the Free Syrian Army.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menggunakan versi Uji Bebek pada tahun 2015 sebagai tanggapan atas tuduhan bahwa serangan udara Rusia di Suriah tidak menargetkan kelompok teroris, terutama ISIS, melainkan kelompok yang didukung Barat seperti Tentara Pembebasan Suriah. - On 7 October 2009, Russian Foreign Minister Sergey Lavrov said the Russian government wanted to see economy prevail in Russian–Ukrainian relations and that relations between the two countries would improve if the two countries set up joint ventures, especially in small and medium-sized businesses.
Pada 7 Oktober 2009, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan Pemerintah Rusia ingin melihat ekonomi berkembang karena hubungan Rusia-Ukraina dan hubungan antara kedua negara akan membaik jika kedua negara mendirikan perusahaan patungan, terutama pada sektor usaha kecil dan menengah.